Agen Poker Online - Hujan lebat yang melanda Kabupaten Aceh Selatan sejak beberapa hari lalu menyebabkan ratusan rumah yang berada di seluruh kecamatan kabupaten tersebut terendam banjir dan kerusakan fasilitas umum.
Keterangan yang dihimpun di Tapaktuan, Minggu (13/12/2015), jembatan gantung di Desa Trieng Muduro Tunong, Kecamatan Sawang, putus total akibat dihantam banjir.
Tak hanya itu, terjangan banjir juga meluluhlantakkan fasilitas irigasi Desa Panton Luas yang menyuplai air ke tiga desa masing-masing Desa Trieng Meduro Tunong, Trieng Meduro Baroh dan Sikulat, Kecamatan Sawang, Seperti yang dilansir oleh
Agen Poker Online Pokercino.com
Selain itu, badan jalan kabupaten di Desa Panton Luas, Kecamatan Sawang juga terkelupas dan sebagiannya amblas ke dasar Sungai serta ratusan rumah penduduk di beberapa desa dalam kecamatan itu tergenang banjir setinggi 1 meter.
Sementara beberapa rumah penduduk yang berdiri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Sawang satu, mengalami kerusakan di bagian dapur belakang serta puluhan lainnya terancam ambruk akibat diterjang banjir sehingga semakin memperparah terjadinya erosi.
Anggota DPRK Aceh Selatan, Tgk Adi Zulmawar menyebutkan, musibah banjir yang terjadi di Kecamatan Sawang tersebut merupakan musibah terburuk sepanjang 15 tahun terakhir.
"Musibah ini terburuk sepanjang 15 tahun terakhir, sebab akibat hantaman banjir selain mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu dan merusak sejumlah fasilitas umum juga mengakibatkan 150 hektare lahan sawah milik masyarakat terancam gagal tanam tahun ini karena fasilitas irigasi sumber pasokan air telah hancur total," sebut Tgk Adi.
Lanjut Tgk Adi, jembatan gantung di Desa Trieng Meduro Tunong yang putus total dihantam banjir merupakan sarana penghubung utama bagi masyarakat setempat untuk menuju ke Desa Sawang Dua dan Desa Panton Luas.
Sedangkan beberapa rumah penduduk yang rusak dihantam banjir di Desa Sikulat dan Alue Paku, sebut legislator dari Partai Aceh ini, antara lain milik Drs Hasan Simar, Teuku M Husen, Nasrul, Jasman.
Kerusakan rumah warga juga terjadi di Desa Blang Geulinggang antara lain milik Tgk M Harun, Sayed Azmi dan Mawardi.
Dia mengatakan, pada Jumat malam ratusan penduduk yang rumahnya terendam banjir khususnya yang berada di pinggir sungai, memilih mengungsi ke rumah-rumah saudara di desa tetangga serta fasilitas umum lainnya yang dianggap aman dari banjir.
Namun pada Sabtu pagi, warga korban banjir telah kembali ke kediamannya masing-masing untuk membersihkan lumpur yang menimbun rumah mereka setebal 50 sampai 80 cm.
"Kami mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh, segera mengambil langkah-langkah yang komprehensif untuk menanggulangi bencana alam ini, terutama perbaikan terhadap fasilitas umum yang rusak termasuk Masjid di Desa Blang Geulinggang dan Meunasah di Desa Meuligo yang sebagian bangunannya telah amblas ke dasar sungai," ungkapnya.
Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Labuhanhaji, Azmir SH, melaporkan, hujan lebat yang mengguyur kawasan itu sejak Jumat (11/12) sore, telah mengakibatkan badan jalan nasional lintasan Tapaktuan-Banda Aceh tepatnya di Pasar Blang Keujeren, Kecamatan Labuhanhaji Barat tergenang setinggi 1 meter lebih, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh selama hampir 3 jam.
Selain menggenang badan jalan nasional, banjir juga merendam ratusan rumah penduduk, fasilitas umum serta lahan pertanian dalam Kecamatan Labuhanhaji Barat masing-masing di Desa Pelokan, Tengah Iboh, Ujong Padang, Tutong, Kuta Iboh, Kuta Trieng.
Menurut Azmir, banjir genangan itu terjadi selain akibat saluran drainase baik yang berada di pinggir jalan nasional maupun di kawasan pemukiman penduduk telah banyak yang rusak dan tersumbat sehingga air hujan tidak mengalir secara lancar ke laut.
"Banjir makin diperparah lagi akibat terjadi penyumbatan muara kuala dan pendangkalan sungai sehingga air hujan tidak mengalir lancar ke laut. Sehingga akibat meluapnya Sungai Desa Pelokan juga berdampak tergenangnya beberapa Desa di Kecamatan Labuhanhaji Tengah seperti Desa Tengah Baru, Lembah Baru dan Padang Baru," ujar Azmir.
Pihaknya berharap kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan dan pembersihan seluruh drainase yang ada di wilayah itu termasuk menormalisasi sungai serta pengerukan mulut kuala sehingga air hujan dalam jumlah banyak bisa mengalir secara lancar ke laut.
Selain itu, laporan banjir juga diterima dari seorang warga Kecamatan Pasie Raja, Teuku Bintang. Dia menyebutkan, sebanyak 6 desa di Kecamatan itu juga terkenang banjir setinggi 1 meter.
Desa-desa tersebut masing-masing adalah Desa Paya Ateuk, merendam 44 rumah dan sebanyak 261 jiwa menjadi korban banjir, Desa Krueng Kale merendam 146 rumah korban banjir sebanyak 503 jiwa, Desa Silolo merendam 74 rumah korban banjir 396 jiwa.
Desa Ladang Tuha merendam 115 rumah korban banjir 600 jiwa, Desa Pante Raja merendam 83 rumah korban banjir 503 jiwa dan Desa Panton Bilie merendam 23 rumah korban banjir 107 jiwa. Sementara itu, Sekretaris BPBD Aceh Selatan T Muhasibi mengatakan, musibah banjir pasca wilayah itu diguyur hujan lebat Jumat sore, terjadi dihampir seluruh kecamatan, namun wilayah yang paling parah adalah di Kecamatan Labuhanhaji Barat, Sawang, Kluet Utara, Kluet Selatan dan Bakongan.
Di Kecamatan Bakongan, kata Muhasibi, akibat diterjang banjir mengakibatkan kepala jembatan di Desa Baro ambruk ke dasar Sungai. Akibatnya, kendaraan roda empat ukuran besar tidak bisa lewat kecuali mobil ukuran kecil seperti mobil bak terbuka L 300.
Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, lanjut Sekretaris BPBD, dampak musibah banjir telah mengakibatkan lima orang petani di Desa Pisang, Kecamatan Labuhanhaji Tengah yang tengah berada di kebunnya di kawasan pegunungan desa setempat, dilaporkan hanyut dibawa arus sungai, setelah pondok yang berlokasi di kebun mereka tersebut dihantam banjir lalu terseret arus yang deras.
"Sampai saat ini kami belum memperoleh perkembangan informasi menyangkut nasib lima orang petani yang hilang terseret arus sungai tersebut. Apakah mereka berhasil menyelamatkan diri atau telah tewas di amuk ganasnya arus sungai," tegas Muhasibi.
Sedangkan terkait dengan musibah banjir yang merendam ratusan rumah penduduk di Desa Limau Purut, BPBD Aceh Selatan telah mengerahkan mobil dapur umum ke lokasi serta mendirikan tenda darurat tempat penampungan korban banjir.
"Menyikapi musibah banjir ini, BPBD Aceh Selatan telah menerjunkan sejumlah personil ke masing-masing lokasi banjir, selain melakukan pendataan fasilitas yang rusak dan warga korban juga menyalurkan bantuan masa panik," sebutnya.
Informasi lain yang diperoleh menyebutkan, dampak banjir juga mengakibatkan badan jalan nasional lintasan Tapaktuan-Medan (Sumut), tepatnya berada di kawasan Keude Rundeng, Kecamatan Kluet Selatan, juga tergenang air setinggi 1 sampai 1,5 meter. Selain badan jalan air juga menggenang ratusan rumah penduduk di kawasan itu.
"Lalu lintas lumpuh total sejak Sabtu (12/12) sekira pukul 04.00 WIB, ratusan kendaraan baik roda empat maupun roda dua terlihat mengantri sepanjang 1 sampai 2 km dari ke dua arah karena tidak bisa lewat. Kendaraan roda dua yang ngotot ingin lewat terpaksa dibantu oleh warga dengan cara di gotong. Lalu lintas baru normal kembali sekitar pukul 14.00 WIB, setelah banjir yang menggenangi badan jalan telah surut," kata Munharsam, SE salah seorang warga Tapaktuan yang mengaku tertahan dilokasi dalam perjalanan pulang dari Medan, Sumatera Utara.
Agen Poker Online Pokercino.com