Taruhan Poker Online - Sebuah foto parsel berisi barang pecah belah dan sebuah smartphone beredar di dunia maya pada, Kamis (30/6) malam kemarin. Dalam amplop pengirim tertera logo Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sedangkan penerimanya adalah Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding.
Karding mengaku terkejut mendengar informasi mendapat kiriman parsel, bahkan dirinya pun tidak tahu-menahu soal pemberian itu. "Apalagi, informasi yang beredar menyatakan bahwa parsel itu dikirim oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Saya sama sekali tidak tahu-menahu soal adanya parsel itu yang kabarnya ditujukan kepada saya," kata Abdul Kadir Karding seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (1/7), Seperti yang dilansir oleh
Taruhan Poker Online Pokercino.net
Anggota Komisi III DPR ini mengaku mendapat informasi ini dari beberapa wartawan yang mengonfirmasi langsung. Dia mengaku sedang bertugas ke Palu. Karding justru melihat ada yang janggal dari sisi alamat pengiriman parsel juga dinilainya keliru. Dia mengaku tidak bertempat tinggal di Permata Hijau melainkan di rumah dinas anggota DPR RI, Kalibata.
Karding menyatakan, sebagai pejabat publik maka tidak diperkenankan menerima parsel. "Kami mengucapkan terima kasih. Akan tetapi, sesuai dengan aturan, saya tidak bisa menerima pemberian parsel dari pihak mana pun. Pejabat publik (anggota DPR) wajib hukumnya menghindari pemberian-pemberian parsel seperti itu," katanya.
Sementara itu, juru bicara BPK Yudi Ramdan Budiman membantah pengiriman parsel itu. "Tidak mungkin itu," tegas Yudi saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (1/7).
Dia menegaskan, sejak dulu BPK tidak pernah mengirimkan parsel kepada siapapun, termasuk anggota DPR. "Secara institusi, BPK tidak pernah mengirim parsel maupun mencetak kartu ucapan selamat hari raya keagamaan," jelasnya.
Disinggung kemungkinan parsel tersebut dikirim atas nama pribadi pimpinan BPK, Yudi mengaku tidak tahu menahu. Pihaknya akan mengecek kabar dan informasi itu langsung ke DPR. "Nanti pasti akan kita cek," ucapnya.
Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua BPK Achsanul Qosasi. Dia juga mengaku tidak mengetahui soal kiriman parsel ke anggota DPR. "Saya tidak tahu siapa yang kirim parsel. Kami tidak ada memutuskan untuk mengirim parsel," tegas Achsanul kepada merdeka.com, Jumat (1/7).
Dia khawatir isu ini dimanfaatkan untuk mencoreng citra BPK. Karena itu dia berharap anggota DPR Abdul Kadir Karding mengumumkan ke publik soal sosok pengirim parsel.
"Sehingga tidak menimbulkan fitnah. Karena BPK RI tidak pernah mengirimkan bingkisan atau parsel kepada siapapun. Jika ada yang mengirim atas nama pribadi biar dijelaskan apa maksud dan niatnya," katanya.
Atas kejadian ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan Karding melaporkan parsel tersebut sebagai gratifikasi. Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, gratifikasi tersebut harus dilaporkan. Dan apabila tidak dilakukan maka unsur gratifikasi tetap melekat meskipun yang bersangkutan telah mengembalikan ke pemiliknya.
Sebab berdasarkan Pasal 12B Undang-undang nomor 20 tahun 2001 telah diatur apa yang dimaksud dengan gratifikasi. Karding merupakan anggota DPR yang masuk dalam kriteria sebagai penyelenggara negara.
"Bisa dilaporkan ke KPK, karena yang menerima kan penyelenggara negara. Dia punya kewajiban melaporkan gratifikasi yang diterima ke KPK. Nanti ada penetapan dari KPK tentang kepemilikan barang itu," katanya saat dihubungi, Jakarta, Jumat (1/7).
Soal siapa yang mengirim parsel, Ketua DPR Ade Komarudin turut angkat bicara ketika dimintai komentar. Menurut Politikus Partai Golkar tersebut selama ini di tata tertib DPR tak ada larangan bagi anggota dewan untuk menerima parsel. Namun dia menegaskan bahwa anggota dewan harus menghindari hal-hal yang berbau suap semacam itu.
"Di tatib enggak ada. Tapi sesuatu yang diduga menimbulkan dugaan suap itu soal parsel dan sebagainya yang berbau suap. Semua harus menghindari praktik yang menimbulkan fitnah suap," tuturnya.
Ade sendiri mengklaim dirinya sudah lama enggan menerima parcel. Menurutnya anggota dewan juga hanya sedikit yang menerima bingkisan macam itu.
"Sekarang saya kira masa itu enggak ada. Kiriman BPK ke anggota mungkin bukan kaitan kerja. Mungkin kaitan persaudaraan pertemanan, saya enggak tahu," pungkasnya.
Taruhan Poker Online Pokercino.net