Agen Poker Online - Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program biodiesel 20 dengan memenuhi selisih biaya atau gap.
“Pada Januari 2016 ini BPDP memberikan subsidi sebesar Rp2.900 per liter,” ungkap Direktur BPDP Dadan Kusdiana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/1/2016), Seperti yang dilansir oleh
Agen Poker Online Pokercino.com
Meski harus menanggung biaya, menurut Dadan, program ini sangat berguna untuk mencegah makin menurunnya harga sawit. Program ini dikatakan Dadan juga bisa juga menjaga produsen dan petani sawit agar bisa merasakan hasil dari kelapa sawit.
Perjalanan Tim Roadshow sosialisasi B20 hari ketiga sampai di Semarang. Di Kota Lumpia ini, Tim yang dilepas oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dari Gedung Dhanapala, Jakarta Rabu 27 Januari 2016 itu melanjutkan sosialisasi Kesiapan Kendaraan Bermotor Diesel Terhadap Pelaksanaan Mandatori B20 (1 Januari 2016).
Sosialisasi di Semarang dilakukan melalui seminar bertema "Sosialisasi Pemanfaatan Biodiesel 20% (B20)" yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ProvinsiJawa Tengah.
Komitmen BPDP untuk terus mendukung program B20 itu menurut Kasubdit Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Dothor Panjaitan juga merupakan bagian dari implementasi B20 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM pada 1 Januari 2016.
Penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel sebesar 20 persen berbasis Crude Palm Oil (CPO), yakni Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Program B20 ini sendiri adalah pencampuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen solar. “Ini mandatori kepada sektor transportasi, industri dan pembangkit listrik. Target implementasi ini pada 2016 secara bertahap dan selanjutnya pada 2025 mencapai B30,” jelas Dothor.
Jika produsen biodiesel dan lembaga pendanaan sudah siap lalu bagaimana dengan produsen-produsen kendaraan beroda empat apakah siap untuk menggunakan bahan bakar ini? “Siap tidak siap harus siap, karena ini mandatori pemerintah yang harus dilaksanakan,” kata Abdul Rochim, Kepala Kompartemen Teknik Lingkungan dan Industri Gaikindo.
Lagipula biodiesel20 ini, menurut Abdul Rochim juga memiliki dampak yang lebih positif untuk lingkungan. B20 seperti dikatakan Abdul Rochim memiliki kadar emisi yang rendah dibanding solar biasa. “Setidaknya mengurangi efek rumah kaca,” jelasnya.
Abdul Rochim mengatakan jika pada 2015 Gaikindo memproduksi hampir 1 juta unit kendaraan roda empat untuk semua tipe dan sekitar 25 persen dari angka produksi merupakan kendaraan berbahan bakar solar maka kebutuhan akan biodiesel akan cukup besar.
Kegiatan sosialisasi juga dilaksanakan di Terminal Terboyo Semarang. Di lokasi itu selain membagikan liflet yang berisi materi B20 (biodiesel 20 persen) Tim Roadshow B20 juga membagikan souvenir kepada para sopir bus. Selanjutnya Tim berangkat ke Surabaya untuk melanjutkan aksi konvoi 15 kendaraan menjelajahi Pulau Jawa.