Taruhan Poker Online - Tim penyelamat Mesir kemarin bekerja keras mencari korban kecelakaan pesawat penumpang Rusia dari maskapai Kogalymavia yang jatuh di Sinai, Sabtu (31/10).
Wilayah pencarian diperluas hingga belasan kilometer dari lokasi pesawat jatuh karena jasad-jasad korban ditemukan tersebar. Personel militer yang terlibat pencarian korban menjelaskan bahwa tim penyelamat telah menemukan 163 jasad dari total 224 orang di kabin pesawat Airbus 321 tersebut. Pesawat itu dikelola maskapai Kogalymavia dengan brand Metrojet. Pesawat mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari resor pantai Laut Merah, Seperti yang dilansir oleh
Taruhan Poker Online Pokercino.com
Dari data penerbangan, pesawat itu membawa 214 warga Rusia dan 3 penumpang asal Ukraina serta 7 kru pesawat. Kemarin tim penyelamat memutuskan memperluas radius pencarian menjadi 15 km. ”Kami menemukan seorang gadis usia 3 tahun pada jarak 8 km dari lokasi jatuhnya puing utama pesawat,” papar personel militer dari pangkalan militer di El-Hasana, sekitar 60 km dari lokasi kejadian.
Menurut sumber militer itu, sebagian besar jasad yang ditemukan itu tanpa tangan dan kaki. Pejabat Mesir dan Rusia merasa skeptis dengan klaim cabang grup Negara Islam (ISIS) di Mesir bahwa merekalah yang menembak jatuh pesawat tersebut. Para pejuang utama di semenanjung itu telah mengobarkan pemberontakan yang menewaskan ratusan polisi dan tentara sejak 2013.
Sementara itu satu tim Rusia, termasuk Menteri Transportasi Rusia Maxim Sokolov dan Menteri Darurat Rusia Vladimir Puchkov, telah tiba di lokasi kecelakaan di daerah terpencil di Semenanjung Sinai kemarin. Para investigator telah menemukan kotak hitam pesawat dan pemerintah menyatakan isi kotak hitam akan dianalisis untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
Para investigator internasional kemarin telah mulai menyelidiki penyebab tragedi tersebut. Bendera setengah tiang dikibarkan di Rusia kemarin. Berbagai program televisi hiburan juga ditunda sebagai bagian dari hari berkabung nasional bagi para korban pesawat yang berusia 10 bulan hingga 77 tahun itu.
Perdana Menteri (PM) Mesir Sharif Ismail menjelaskan, para pakar telah mengonfirmasi bahwa para militan tidak dapat menembak jatuh pesawat di ketinggian 9.000 meter, posisi Airbus 321 itu saat terbang. Menteri Transportasi Rusia Maxim Sokolov juga menyatakan klaim kelompok pemberontak itu tidak dapat dinilai akurat.
”Untuk mencapai pesawat di ketinggian itu, Anda perlu memiliki rudal yang sulit dioperasikan sehingga ini terlihat mustahil. Ini memerlukan orang dan perlengkapan yang ISIS tidak punya setahu saya,” papar Jean-Paul Troadec, mantan direktur badan investigasi penerbangan BEA di Prancis.
Para pakar menjelaskan, rudal dari darat ke udara dapat diluncurkan saat pesawat telah turun. Mereka menilai kesalahan manusia atau masalah teknis lebih memungkinkan menjadi penyebab kecelakaan ini. Petugas kontrol lalu lintas udara Mesir menyatakan, pilot mengatakan kepadanya untuk terakhir kali bahwa dia memiliki masalah radio.
Meski demikian, Menteri Penerbangan Sipil Mesir Mohamed Hossam Kamal menyatakan komunikasi normal. ”Tidak ada yang tidak normal dan pilot tidak meminta perubahan rute pesawat,” ujarnya. Maskapai Kogalymavia yang mengoperasikan pesawat nahas itu menyatakan dukacita kepada keluarga korban.
Menurut maskapai itu, pilot pesawat Valery Nemov memiliki pengalaman terbang lebih dari 12.000 jam, termasuk 3.860 jam di Airbus A321. ”Pesawat tidak melakukan pemeriksaan teknis di Samara (di Rusia tenggara), tapi kru melakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan fit untuk terbang. Ada penyelidikan bahan bakar pesawat dan kualitas bahan bakar saat itu memenuhi semua syarat,” ungkap perwakilan kantor pemeriksa transportasi regional Maya Ivanova.
Investigator Rusia telah memeriksa kantor maskapai Kogalymavia. Kantor pengawas transportasi Rusia juga menyatakan terus memeriksa maskapai itu hingga30November, tapi maskapai itu masih beroperasi kemarin. Rusia memiliki catatan keamanan udara yang suram. Saat sejumlah maskapai besar mulai memperbarui armada pesawat yang berusia tua, kecelakaan ini meningkatkan kekhawatiran atas maskapai kecil seperti Kogalymavia.
Metrojet menjelaskan, pesawat itu melakukan pemeriksaan keamanan tahun lalu. Badan penerbangan Rusia, Rosaviatsia, juga menyatakan, ”Tidak ada alasan untuk mempertimbangkan bahwa penyebab kecelakaan adalah masalah teknis atau kesalahan kru.” Dua investigator kecelakaan udara dari Prancis, basis Airbus, juga terbang ke Mesir bersama enam pakar dari perusahaan itu untuk membantu penyelidikan.
Adapun maskapai Lufthansa asal Jerman, Emirates, dan Air France akan menghentikan penerbangan di atas Sinai hingga penyebab kecelakaan pesawat itu diketahui. Pesawat nahas itu hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara 23 menit setelah lepas landas dari resor Laut Merah, Sharm el-Sheikh, pada Sabtu (31/10) pagi.
Puing pesawat dan jasad korban ditemukan menyebar di wilayah dalam radius 6-8 kilometer persegi, sekitar 100 km selatan Kota El-Arish. Kecelakaan udara besar di Mesir terjadi pada 2004 saat pesawat Flash Airlines Boeing 737 jatuh ke Laut Merah setelah lepas landas dari Bandara Sharm el- Sheikh. Seluruhpenumpangberjumlah 148 orang yang sebagian besar warga Prancis tewas.
Sementara itu Rusia menghentikan operasi semua armada Airbus A321 yang dikelola maskapai Kogalymavia kemarin. Regulator transportasi Rusia Rostransnadzor memerintahkan Kogalymavia untuk menghentikan penerbangan pesawat A321 hingga penyebab kecelakaan diketahui.
Taruhan Poker Online Pokercino.com